Pentingnya Anak Bermain di Luar Rumah

January 31, 2019



Sering sekali saya melihat ibu-ibu yang senang jika anaknya gemuk, karena terlihat lucu, imut, menggemaskan dan sehat. Eits, tunggu dulu, anak yang gemuk belum tentu sehat lho. Bahkan, apabila sudah terjadi obesitas malah enggak baik untuk ke depannya. Menurut WHO, anak yang mengalami obesitas kemungkinan besar akan tetap mengalaminya saat sudah dewasa nanti. Kondisi ini menjadi faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabetes di masa yang akan datang.

Lalu, apa penyebab terjadinya obesitas pada anak? Pertama, pola makan yang keliru; memberikan makanan melebihi total kebutuhan kalori harian, apalagi jika makanan yang diberikan adalah makanan tinggi kalori yang mostly hanya mengandung gula dan lemak atau istilah kerennya sih "empty calorie foods". Kedua, kurangnya aktivitas fisik anak. Perkembangan teknologi kadang memiliki dampak yang kurang baik jika tidak dimanfaatkan dengan bijaksana. Memberikan gadget atau membiarkan anak menonton TV terlalu lama menyebabkan durasi anak untuk melakukan aktivitas fisik menurun. Penyebab ketiga adalah gabungan dari keduanya—sudah pola makan yang tidak baik dan kurangnya aktivitas fisik pula.

Di Indonesia sendiri, menurut data riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2013), sekitar 8% atau 8 dari 100 anak mengalami obesitas. Angka ini terbilang cukup tinggi, lho. Soalnya, WHO merekomendasikan agar jumlah anak yang mengalami obesitas di sebuah negara dapat ditekan sehingga tidak lebih dari 5%.  Oleh karena itulah, solusi untuk menurunkan angka obesitas perlu dilakukan sedini mungkin. Menurut WHO, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawan obesitas pada anak, yaitu dengan
  1. Memberikan banyak sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan gandum utuh (misalnya oatmeal).
  2. Membatasi konsumsi lemak serta mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.
  3. Membatasi konsumsi gula.
  4. Melakukan aktivitas fisik, paling tidak 1 jam per hari.
Untuk menerapkan pola makan yang baik, sebaiknya makanan anak dimasak sendiri agar para orang tua bisa dengan mudah mengawasi apa saja yang dimakan oleh anak. Jika harus memberikan anak makanan dalam kemasan, orang tua harus selektif dalam memilihnya, misalnya dengan membaca label atau nutrition facts-nya. Kita sebagai orang tua juga harus meng-encourage anak untuk rajin melakukan aktivitas fisik, misalnya dengan mengajak mereka bermain di luar ruangan (outdoor play).

Bermain di luar rumah


Setiap hari setelah jam 4 sore, saya selalu mengajak anak saya bermain di luar rumah. Kegiatan ini sudah saya lakukan secara rutin sejak anak saya bisa berdiri sendiri. Menurut dr. Claire McCarthy dari Universitas Harvard, ada banyak banget lho manfaat bermain di luar rumah. Yuk, simak poin-poin di bawah ini :)

1. Mendapatkan paparan sinar matahari

Walaupun jika terlalu lama tidak baik untuk kulit, tetapi tubuh kita tetap butuh terkena paparan sinar matahari untuk "membuat" vitamin D lho. Vitamin D berperan penting dalam pertumbuhan tulan dan sistem imun.

2. Melakukan aktivitas fisik

Anak-anak harus melakukan aktivitas fisik paling tidak 1 jam per hari. Seperti yang sudah saya tulis di aats, bermain di luar rumah merupakan salah satu cara untuk melakukan aktivitas fisik secara menyenangkan.

3. Melatih fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif meliputi proses-proses mental yang membantu kita untuk melakukan perencanaan, memprioritaskan, fokus, memecahkan masalah, bernegosiasi dan multitasking.

4. Mengambil risiko

Sebagai orang tua, kita ingin anak kita selalu merasa aman, tetapi ternyata anak-anak sesekali butuh untuk mengambil risiko. Tujuannya adalah menumbuhkan kepercayaan diri kepada anak dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan.

5. Bersosialisasi 

Dengan bermain di luar, apalagi di arena bermain anak, anak bisa berkenalan dengan orang/anak lain, berbagi mainan dan belajar memperlakukan orang/anak lain dengan baik.

6. Belajar menghargai alam

Dengan mengekspos anak dengan lingkungan sekitar, misalnya bermain di pantai atau di taman, bermain dengan tanah, hewan dan tumbuhan, anak-anak akan lebih menghargai alam sekitarnya.

Manfaat bermain di luar rumah
Manfaat bermain di luar rumah

Luar biasa banget manfaatnya, kan? Bahkan Einstein mengatakan bahwa:
"Play is the highest form of research."
– Albert Einstein
Terus apa saja sih kegiatan yang bisa dilakukan di luar rumah bersama sang buah hati? Banyak sekali! Berikut ini ada beberapa kegiatan yang sering saya lakukan bersama anak saya, siapa tahu bisa jadi inspirasi ya :)

1. Mengajak anak ke taman, pantai atau arena bermain

Beruntung saya tinggal di Bali dan rumah saya hanya berjarak 15 menit dari pantai, jadi saya bisa sering mengajak anak saya ke pantai. Anak saya sangat suka dengan ombak, bahkan kadang enggak mau diajak pulang. Kalau bosan dengan pantai, saya mengajak anak saya ke lapangan Puputan Badung. Tiap sore banyak anak-anak lainnya yang juga bermain di sana, jadi anak saya bisa sekalian bersosialisasi dengan mereka. Sesekali saya mengajak anak saya ke arena bermain seperti Tamora Gallery atau ke restoran yang memiliki arena bermain anak seperti La Casita atau The Joglo.

2. Menggambar dan melukis

Walaupun menggambar dan melukis bisa dilakukan di dalam rumah, tapi jika dilakukan di luar lebih seru lho. Anak bisa sekalian diajak untuk mengamati hal-hal di sekitar mereka, misalnya dengan menggambar bunga, daun, serangga, dll. Anak bisa tahu kalau kepik warnanya merah dan hitam, bentuk daun di tanaman yang satu beda dengan tanaman lainnya dst. Selain itu, anak juga bisa menyalurkan kreativitasnya. Jangan lupa, selalu gunakan media yang aman bagi anak ya.

Manfaat melukis untuk anak
Peralatan melukis anak saya

3. Masak-masakan dan mencuci perabotnya

Siapa yang nggak pernah masak-masakan waktu kecil? Kayaknya nggak ada ya :) Anak saya suka sekali masak-masakan, apalagi kalau disuruh menguleni adonan yang dicampur dengan pewarna makanan warna-warni. Iya, masak-masakannya pakai tepung dan sayur-sayuran beneran. Kalau pakai mainan plastik nggak seru ah. Lagi pula dengan membuat adonan atau menyiangi sayur beneran, sekalian melatih sensoris dan motoris anak. Setelah selesai main, anak diajak membersihkan perabotnya. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan life skill sehari-hari kepada mereka.

4. Bersepeda, mobil-mobilan, kejar-kejaran dan berolah raga bersama

Ini adalah kegiatan yang paling bikin capek. Kadang saya sudah lemes duluan tetapi baterai anak saya masih full 100%. Energi anak-anak kayanya memang nggak habis-habis ya. Oh iya, saya pernah dengar kutipan "Children are great imitators. So, give them something great to imitate." Untuk mengajarkan anak saya berolahraga, mau nggak mau saya juga olah raga bersamanya. Walaupun gerakan anak saya suka jadi aneh tapi dia senang dan we do have fun together! 

5. Mencari harta karun

Tentu saja yang dicari bukan harta karun beneran ya, melainkan benda-benda yang ada di halaman rumah saya. Jadi saya memberi tugas spesifik kepada anak saya, misalnya mencari bunga warna ungu atau mencari batu yang berwana putih, dll. Permainan ini akan melatih daya pikirnya dan kemampuannya dalam memecahkan masalah.

6. Halang rintang

Misalnya, saya menggambar beberapa garis berwarna merah di halaman dan anak saya harus berjalan melewatinya tetapi tidak boleh menginjaknya.

Karena akhir-akhir ini cuaca di Bali buruk, sering banget hujan deras dan berangin kencang, saya pun lebih sering mengajak anak saya bermain mobil-mobilan di halaman rumah. Kebetulan rumah saya berada di ujung gang, dekat lapangan kecil dan sawah lagi. Tadinya sih anak saya ingin melukis tetapi karena saya malas mencuci baju, saya pun bernegosiasi dengan dia, hehe. Namanya juga musim hujan, cucian menumpuk dan lamaaa keringnya...

Sebelum keluar rumah, saya pastikan anak saya sudah memakai sunscreen, anti nyamuk, baju yang nyaman dan tentu saja membawa snack. Snack yang paling sering saya berikan adalah susu kesukaannya, yaitu susu Indomilk Kids UHT Full Cream. Lucunya anak saya, sebelum keluar rumah, susunya ditaruh di bagasi mobil-mobilannya 😄 sambil bilang "Mama, Arien kerja dulu ya..." dengan pelafalan khas anak umur 2 tahun tentunya.

Indomilk Kids UHT Full Cream
Ditaruh di bagasi dulu...

Untungnya, rumah saya berada di paling ujung gang—di pinggir sawah—dan halaman di perumahan sangat luas, jadi anak saya bisa muter-muter dengan mobilnya dengan leluasa. Setelah beberapa lama bermain dengan mobilnya, saya mengajaknya bermain di tepi sawah. Kami melihat burung dan mengamati serangga. Tiba-tiba anak saya bilang, "Mama, mama, bug." Dia melihat kepik a.k.a. lady bug di rerumputan.

Bali sky
"Mama, burung..."

Manfaat outdoor play
"Mama, Mama, come! Ada bug..."
Manfaat anak bermain di luar rumah
"Mama, bug-nya turun..."
Puas mengamati kepik, saya pun kemudian menyuruhnya memetik bunga/rumput berwarna putih. Kami kembali ke mobil-mobilannya. Dia menaruh bunganya di bagasi mobilnya. Saat membuka bagasi mobilnya, dia melihat susu Indomilk yang dia bawa dan langsung meminta saya untuk membukanya, "Mama, buka susu moo moo, please..." sambil menyodorkan susu Indomilk-nya kepada saya. Anak saya menyebut susu Indomilk sebagai susu moo moo karena gambar sapi di kemasannya.

Manfaat Anak bermain outdoor
"Mama, minta susu moo moo, please..."
Pentingnya anak bermain di luar
"Yahhh, abis..." 😞
Setelah susunya habis, kami menaruh bunga yang dia petik di kursi di depan rumah saya. Saya bertanya yang mana bunga yang besar dan mana yang kecil, apa warna bunganya, apa warna tangkainya, dll. Saya juga memintanya menceritakan kembali apa yang dia lihat saat kami bermain di tepi sawah. Setelah itu saya membiarkan dia menaiki mobil-mobilannya lagi dan berlari-larian di halaman rumah, membiarkan dia bermain sampai capek sendiri.

Mewujudkan #AktifItuSehat dengan Susu Indomilk UHT Kids Full Cream


Kata dokter anak saya, untuk anak usia 2 tahun ke atas, fungsi susu adalah sebagai makanan tambahan. Walaupun tidak wajib, tetapi dokter menganjurkannya sebagai tambahan nutrisi harian, apalagi anak saya picky eater dan kadang tiba-tiba entah kenapa suka mogok makan atau kalau kata ibu-ibu zaman sekarang mah GTM (Gerakan Tutup Mulut). Dulu saya memberinya susu formula, tetapi karena dia enggak doyan dan giliran doyan malah gatal-gatal sebadan karena alergi, dokter menyarankan saya untuk memberikan susu pasteurisasi atau UHT. Saat saya ke mini market, saya berdiri lama di dekat rak susu anak-anak dan membaca nutrition facts susu satu demi satu. Pilihan saya pun jatuh kepada susu UHT Indomilks Kids Full Cream ini. Mengapa demikian?

1. Tidak mengandung tambahan gula dan garam

Seperti yang saya tulis di awal, terlalu banyak gula dapat menyebabkan obesitas. Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan oleh American Heart Association ada bukti kuat yang mendukung hubungan gula tambahan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada anak-anak melalui peningkatan asupan energi, peningkatan adipositas (kelebihan timbunan lemak pada tubuh), dan dislipidemia (jumlah lemak (lipid) yang tidak normal di dalam darah). Sedangkan terlalu banyak mengonsumsi garam saat masih anak-anak, akan meningkatkan risiko hipertensi di masa yang akan datang.

2. Praktis

Jika dibandingkan dengan susu formula, Indomilk UHT Kids Full Cream ini jauuuh lebih praktis. Saya tidak perlu memasak air panas, menunggunya agak dingin, membuat susu kemudian kalau sudah habis, saya juga tidak perlu mensterilkan tempat minumnya. Dengan susu Indomilk ini, saya tinggal ambil, kocok susu kotaknya, masukin sedotan dan bisa langsung diminum.

3. Ukurannya pas

Tiap kotak Indomilk UHT Kids Full Cream mengandung susu sebanyak 115ml. Ukuran ini pas banget bagi anak umur 2 tahun seperti anak saya. Sekali minum langsung bisa dihabiskan. Kemasannya pun tidak terlalu besar sehingga sangat mudah dimasukkan bagasi mobil-mobilan anak saya buat dijadikan bekal saat traveling. Ngomong-ngomong tentang kemasan, susu ini dikemas dengan tetrapak yang dapat didaur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan.

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream
Kemasan susu Indomilk UHT Kids Full Cream. Kemasannya pas untuk anak saya.

4. Memiliki kandungan nutrisi seimbang

Salah satu alasan utama saya memilih Indomilk UHT Kids Full Cream adalah karena susu ini kaya akan nutrisi—kaya akan kalsium, fosfor dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata dan sistem imun, vitamin B1 untuk menjaga sistem saraf serta B6 yang digunakan untuk membentuk hemoglobin dalam darah. Selain itu, susu ini juga mengandung vitamin B2, B3, B5, B12, vitamin C, vitamin E, vitamin K, magnesium, zat besi, iodium, zinc, biotin dan kolin, yang tentu saja dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Informasi gizi susu Indomilk UHT Kids Full Cream
Informasi gizi susu Indomilk UHT Kids Full Cream
Informasi alergi susu Indomilk UHT Kids Full Cream
Informasi alergi susu Indomilk UHT Kids Full Cream

5. Terbuat dari susu segar

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream terbuat dari susu sapi segar yang diproses menggunakan teknologi  HTST (High Temperature Short Time) yaitu dengan cara  dipanaskan pada suhu 140-145°C selama 4 detik yang akan membunuh bakteri jahat tanpa merusak nutrisi yang dikandungnya. Susu UHT digadang-gadang merupakan jenis susu yang paling mirip dengan susu murni.

6. Ekonomis

Di minimarket dekat rumah saya, susu Indomilk Kids ini harganya hanya sekitar Rp 3000. Jika membeli 1 kemasan karton yang berisi 40 kotak, tentu saja akan lebih hemat karena harganya hanya Rp 125.000 saja.

7. Mudah didapat

Susu Indomilk ini mudah banget didapat, ada di semua mini market dekat rumah saya. Dulu saat saya masih mencoba-cobakan susu formula kepada anak saya, saya harus pesan online karena di Bali hanya tersedia di toko-toko tertentu saja dan itupun jauh dari rumah saya.

8. Dari brand terpercaya

Brand Indomilk sudah ada sejak saya masih anak-anak. Saya ingat sekali ikalan susu Indomilk yang dibintangi oleh Joshua Suherman, bahkan saya masih hafal liriknya. Bisa dikatakan juga bahwa saya tumbuh dengan produk-produk mereka. Jadi, saya tidak perlu berpikir dua kali saat mau mengenalkan susu Indomilk kepada anak saya.

Dengan semua kebaikan Indomilk UHT Kids Full Cream saya tidak perlu khawatir lagi memilih susu yang akan saya berikan untuk menemani tumbuh kembang serta aktivitas anak saya sehari-hari, terutama saat bermain di luar rumah karena susu ini gampang banget dibawa kemana-mana. Apalagi anak saya juga suka banget dengan rasanya.

Anak Ibu, suka susu UHT juga, nggak?


Post a Comment