"Traveling with A Purpose" Bersama ASUS Zenbook S UX391UA

January 16, 2019


Sekitar 6 tahun yang lalu sebelum almarhum simbah kakung saya meninggal, simbah saya berpesan, "Whatever you do, whatever you become, don't forget to be kind." Aslinya beliau ngomongnya pakai Bahasa Jawa sih, soalnya simbah saya nggak bisa Bahasa Inggris, hehe...
"Nduk, kowe meh ngopo wae, meh dadi opo wae, sing penting ojo lali dadi wong kang apik."
Pesan simbah itu selalu saya ingat, bahkan selalu terngiang-ngiang di kepala saya sampai sekarang. Apalagi sejak menjadi seorang ibu, karena saya juga ingin sekali meneruskan pesan tersebut kepada anak saya. Akan tetapi, setiap membuka portal berita di internet, selalu saja ada berita yang enggak-enggak, entah pelajar dirundung temannya, remaja tawuran, dll. Hal-hal seperti itu menjadi kekhawatiran saya, sehingga sejak saya hamil hingga saat ini, saya kadang terbangun dini hari, merasa anxious serta berpikir "Bisa tidak ya, saya membesarkan anak saya jadi orang yang baik, berprinsip dan penuh empati?" (Ibu-ibu yang baca blog ini pasti bisa relate, kan? 😊). Oleh karena itulah, sebisa mungkin saya membaca buku, menonton TedTalk dan mengikuti blog tentang parenting, agar saya bisa membesarkan anak saya dengan sebaik-baiknya.

Suatu hari, saya membaca artikel dari Motherly yang berjudul "I travel with my young kids to build their hearts, not memories," saya pun langsung mencari-cari artikel lain tentang traveling dengan anak beserta manfaatnya. Dari yang saya temukan, menurut sains, traveling membuat orang menjadi menjadi lebih baik dan open minded. Traveling juga membuat anak menjadi lebih smart, lho. Karena itulah, saya ingin sekali mengajak anak saya liburan ke berbagai macam tempat dengan atmosfer yang berbeda, berpetualang bersamanya, bertemu orang-orang dari berbagai macam suku bangsa dan latar belakang budaya yang berbeda dan belajar dari mereka. Untungnya, karena saya work-at-home mom, saya punya banyak waktu untuk mewujudkan semua itu.

Traveling with a purpose


Setelah membaca banyak artikel tentang traveling dengan anak, sejak saya hamil, saya punya cita-cita yang agak nyeleneh: saat anak saya sudah paham dengan sekitarnya, untuk mengisi liburan, saya ingin mengajaknya ke berbagai macam tempat. Loh, nyeleneh-nya di mana? Jadi begini misalnya, minggu ini saya mengajak dia ke waterpark untuk bersenang-senang, minggu depannya saya mengajak dia ke rumah singgah anak penderita kanker atau ke panti asuhan—kenalan dengan anak-anak di sana dan berbagi sedikit yang kami punya. Jadi tidak melulu hanya jalan-jalan untuk having fun.

Karena kebetulan saya tinggal di Bali dan rumah kami kurang lebih hanya 15 menit dari pantai, minggu depannya lagi, saya bisa mengajaknya ke pantai ke acara beach clean-up. Biasanya di acara tersebut, banyak orang dari berbagai negara yang ikut dalam acara ini. Jadi, selain anak saya bisa saya ajarkan untuk menjaga alam, dia sekalian bisa kenalan dengan para peserta lain dan belajar dari mereka. Saya juga ingin mengajak dia ke kebun agrowisata, supaya dia bisa belajar dari mana asal makanan yang dia makan serta menghargai jerih payah para petani, sehingga dia tidak lagi membuang-buang makanan.

Saya juga ingin mengajak dia menjelajahi Indonesia, melihat berbagai macam suku dan kebudayaan mereka. Belajar bahasa daerah mereka, walaupun hanya sekadar sapaan sederhana seperti 'selamat pagi', 'terima kasih' dan 'sampai jumpa'.

Saya ingin mengajak anak saya menjadi volunteer di rumah penampungan kucing atau anjing, memberi makanan dan susu kepada hewan-hewan lucu tersebut—tujuannya untuk belajar menyayangi sesama makhluk hidup dan tidak memperlakukan hewan dengan semena-mena. Di minggu-minggu tertentu, saya hanya ingin bermain bersamanya di rumah, menonton Word Party dan Peppa Pig, membuat bucketlist bersamanya dan... show how I and her Dad love her so much.

Bucketlist kami dari akhir tahun lalu. Sekarang masih bulan Januari, jadi baru segitu. Nanti pasti nambah lagi, hehe...
Salah satu bucketlist anak saya adalah ingin melihat gajah dan singa. Dia tahu gajah dan singa dari kids club yang pernah dia ikuti. Jadi, beberapa minggu yang lalu, saya dan suami saya pun meluangkan waktu untuk mengajak dia ke Bali Zoo. Berhubung jalan-jalan dengan anak itu agak riweuh karena banyak yang harus dibawa, saya pun membawa tas punggung saya. Pagi-pagi saya menyiapkan baju ganti untuk anak saya, cemilan selama di perjalanan, popok, kamera mirrorless dan ponsel lengkap dengan charger-nya. Karena Bali Zoo dekat dengan rumah mertua saya, saya dan suami memutuskan untuk mampir sebentar ke sana. Oleh karena itu, saya juga tidak lupa untuk membawa laptop saya. Rencananya sih saat mampir di rumah mertua, saya mau mengecek sebentar pekerjaan saya, kali aja ada task baru atau ada audit tasks lama, maklum ibu-ibu kerja online jadi nggak bisa lepas dari laptop.

Sesampainya kami di Bali Zoo, kami langsung membeli tiket seharga Rp 150.000/orang (btw, saya dan suami pemegang KTP Bali, saya kurang tahu harga untuk pemegang KTP daerah lain atau KITAS). Kami mendapat tiket masuk, voucher makan dan gelang kertas untuk dipakai sebelum memasuki kebun binatang. Hewan pertama yang kami jumpai adalah rusa, lalu ada juga wallaby—mirip kanguru tapi lebih kecil, ular, otter, ikan arwana, dll. Setelah puas melihat hewan-hewan tersebut, kami berjalan menuju shuttle untuk pergi ke Kampung Sumatera, tempat para gajah. Anak saya kelihatan girang banget saat melihat gajah. Akhirnya ya, salah satu item di bucketlist-nya sudah bisa dicoret. Kami membeli makanan gajah seharga Rp 60.000 yang berisi tebu, wortel, mentimun dan jagung lalu menyuapinya. Sampai sekarang pun, jika saya tanya "Gajah makannya apa?" dia akan menjawab "Jagung dan wortel." Setelah puas melihat gajah, kami makan siang sebentar sambil melihat orangutan. Kemudian naik shuttle untuk pergi ke bagian kebun binatang yang lain untuk melihat singa.

Setelah jam menunjukkan pukul 4 sore, kami memutuskan untuk pulang biar enggak kemalaman, karena kami mau mampir ke rumah kakek dan nenek anak saya. Di rumah mertua saya, suami saya langsung istirahat, anak saya langsung kangen-kangenan sama kakek neneknya dan saya langsung mengeluarkan laptop dari tas saya lalu mengecek pekerjaan saya. Karena tidak ada task baru dan audit, saya pun langsung memindahkan foto dan video yang saya ambil di Bali Zoo. Saya edit foto-foto saya tadi seadanya lalu mengirimkannya ke kakek nenek yang satu lagi yang tinggal di Semarang. Untungnya saya membawa laptop, jadi saat mengedit foto bisa lebih leluasa (karena layarnya jauh lebih besar dari layar ponsel) dan juga lebih cepat.

Awal saya mengenal ASUS


Sebagai seseorang yang bekerja online dari rumah (sebenarnya bisa dari mana saja sih, hehe), blogger kambuhan yang juga hobi bercerita dan ibu yang hobi foto-in anaknya, tentu saja saya butuh sebuah laptop yang bisa mengakomodasi kebutuhan saya. Saya pun membeli sebuah laptop ASUS.

Setelah 7 tahun bekerja di rumah sakit, 2 bulan sesudah melahirkan, saya memutuskan untuk resign.  Saya ingin fokus membesarkan anak saya. Hanya saja, karena saya tetap ingin berpenghasilan sendiri dan tidak mau sepenuhnya bergantung kepada suami, saya pun melamar ke banyak perusahaan yang mempekerjakan remote worker. Sambil menunggu panggilan, saya membuka jasa menulis kaligrafi modern di Fiverr. Karena laptop saya sebelumnya rusak, saya bekerja menggunakan komputer suami saya.

Dua bulan kemudian, saat saya akhirnya diterima bekerja saya memutuskan untuk membeli laptop sendiri. Kriterianya sih yang penting ringan aja, biar bisa dibawa kemana-mana, kan pekerjaan saya fleksibel, bisa dikerjakan di mana saja dan hanya 20 jam per minggu. Dengan dana terbatas yang saya miliki waktu itu, saya membeli ASUS E202SA, karena laptop itu yang paling worth-the-money. Dengan harga 3-jutaan waktu itu, spesifikasi laptop ASUS ini paling tinggi jika dibandingkan dengan laptop-laptop lain di range harga tersebut.

Sekarang saya sedang berencana untuk meng-upgrade laptop saya. Pengen laptop yang lebih cepat. Pokoknya saya maunya beli merk ASUS lagi, karena awet, affordable dan price point-nya pas untuk spesifikasi produk-produknya. Kali ini saya bukan hanya butuh yang ringan saja, tetapi juga harus tipis, powerful, tahan banting, syukur-syukur kalau desainnya elegan—atau kalau kata anak zaman sekarang mah ο½ο½…ο½“ο½”ο½ˆο½…ο½”ο½‰ο½ƒ—agar tampak Instagrammable saat di foto. Emang ada? Ya ada lah... ASUS Zenbook S UX391UA jawabannya!

Sekilas tentang ASUS Zenbook S UX391UA


Setelah browsing, menonton banyak video review laptop di YouTube, bertanya kepada teman-teman saya yang lebih mengerti tentang gadget, saya pun memilih ASUS Zenbook S UX391UA. Kenapa?

1. Tipis dan ringan banget
Seperti yang saya tulis di atas, saya ingin sekali mengajak anak saya mengunjungi banyak tempat. Saat saya dan dia berlibur ke tempat yang jauh dari rumah, selain harus membawa pakaian dan perlengkapan kami, saya juga harus membawa laptop saya agar liburan kami lancar dan pekerjaan saya juga tetap jalan terus. Karena itulah saya butuh laptop yang

  • ringan, agar bisa saya bawa kemana-mana, dan 
  • tipis, agar bisa saya jejelin ke tas punggung saya

Enggak kebayang deh saya kalau saat traveling berdua sama anak saya, terus saya bawa laptop tebal dan berat seperti laptop saya yang rusak dulu. Bisa-bisa anak saya digendong di depan, tas punggung berisi baju dan popok di belakang, udah gitu masih harus menjinjing tas laptop besar dan berat... 😭

Oh no... πŸ˜₯

2. Tahan banting dan tangguh
Saat jejelin laptop ke tas punggung dan bawa banyak barang, rasanya khawatir nggak sih, takut laptopnya rusak soalnya kegencet sana-sini? Apalagi kalau buat dibawa traveling, saat tas ditaruh di bagasi mobil atau bagasi kabin pesawat, bisa aja tidak sengaja ditumpuk benda berat lain. Nah, kalau pakai Asus Zenbook S UX391UA ini, saya tidak perlu khawatir lagi soalnya body laptop ini terbuat dari logam dan sudah disertifikasi dengan standar militer MIL-STD 810G. Saya coba terjemahkan dari Wikipedia:
MIL-STD-810 mencakup berbagai kondisi lingkungan seperti: tekanan rendah pada pengujian ketinggian; paparan suhu tinggi dan rendah (baik ketika dioperasikan maupun disimpan); hujan (termasuk angin kencang dan hujan yang sangat dingin); kelembaban, jamur, kabut garam untuk pengujian karat; paparan pasir dan debu; atmosfer ledakan; kebocoran; akselarasi; guncangan dan guncangan saat dipindahkan; vibrasi tembakan dan vibrasi acak.
Tangguh banget kan? Setangguh seperti exosuit Batman. Jangankan cuma kegencet oleh barang-barang di tas, digencet sama anak saya pun, laptop ini bakalan tetap selamat. Coba tonton video pengetesan MIL-810G di bawah ini deh...

Laptop Asus sedang dites MIL-STD 810G

3. Anti lemot
Saya paling tidak suka sama gadget yang lelet, lambat, lemot, lola dan sejenisnya—bikin saya frustrasi dan kesal sendiri. Seperti komputer di rumah saya di kampung, buat buka Adobe Photoshop sekarang, kursornya muter-muter doang. Kemudian saya tinggal selfie sama anak, kursornya masih muter juga, ditinggal nyuapin anak, belum kebuka juga Photoshop-nya. Keburu anak saya lulus kuliah πŸ˜…

Tapi... kalau pakai Asus Zenbook S UX391UA, dijamin enggak bakal mengalami hal itu. Sudah prosesornya Intel Core i7 terbaru (yang clock speed-nya hingga 4.0 GHz), RAM-nya gede banget yaitu 16 GB, media penyimpanannya memakai SSD pula. Menurut storagereview.com, waktu booting SSD 30 detik lebih cepat dari HDD biasa dan kecepatan membuka file-nya 30% lebih cepat daripada HDD. Jadi, dengan spesifikasi yang wow seperti itu, saya bisa bekerja serta edit foto dan video liburan saya dengan lancar jaya. Enggak sambil misuh-misuh dalam hati lagi.

Saat saya mau back-up foto dan video liburan saya pun, saya tidak perlu menunggu lama saat meng-copy file bergiga-giga ke eksternal hard drive saya karena Zenbook ini memiliki teknologi Thunderbolt™ 3 yang dapat mentransfer data dengan kecepatan 40 Gbps. By the way, saya memotret dalam format RAW, jadi ukuran filenya besar. Kadang saya malas backup file karena harus menunggu lama walaupun sudah memakai software seperti TeraCopy.

Pokoknya mah kalau pakai laptop ini  bye-bye lemot... πŸ‘‹

4. Ergonomis
Asus Zenbook S UX391UA memiliki desain Ergolift. Jadi, kalau laptopnya dibuka, pangkal keyboard juga akan terangkat ± 5,5°. Desain ini membuat mengetik menjadi nyaman. Menurut saya pribadi, desain yang ergonomis seperti ini, akan mengurangi risiko terkena Carpal Tunnel Syndrome. Hal ini tentu saja menjadi poin penting bagi saya yang sehari-hari bekerja menggunakan laptop dan suka menulis di blog ini.
Selain itu, desain Ergolift ini juga menjadikan sistem pendingin laptop menjadi lebih optimal dan performa audio lebih bagus.

Ini loh yang dinamakan ErgoLift

5. Memanjakan mata dan telinga
Dengan melihat sekilas saja, sudah kelihatan jika laptop ini bagusss banget, elegan dan tampak mewah. Begitu dinyalakan, layarnya FHD 1920 x 1980 dengan 330ppi dan teknologi NanoEdge. Jadi, piksel-pikselnya tidak kentara. Bahkan, teks kecil di layar pun akan tetap terlihat jelas dan tajam.

Saat liburan, setelah seharian mengajak anak jalan-jalan kesana-kemari, malam hari setelah anak tidur adalah waktunya me time a.k.a. nonton Tayo Netflix sambil sheet mask-an. Kalau nontonnya pakai Zenbook ini, wajah Peter Kavinsky pasti tampak lebih bening. Jadi, nggak sia-sia saya mengatur tampilan Netflix saya ke resolusi tertinggi. Selain itu, layar Zenbook ini juga multitouch dan terintegrasi dengan Windows Ink serta bisa digunakan bersama ASUS Pen. Jadi, saat saya ada orderan kaligrafi modern di Fiverr, saya tidak perlu lagi menulis, lalu memotret tulisan saya lalu meng-trace-nya secara manual di Photoshop. Saya tinggal tulis aja di layar laptop ini.

Selain memanjakan mata, laptop ini juga memanjakan telinga. Speakernya sudah bersertifikat Harman Kardon. Saat diset ke volume maksimal pun, distorsi yang dihasilkan minimum sehingga suara yang keluar tetap jernih.

6. Baterainya awet dan pengisian dayanya cepat
Baterai Zenbook ini tahan hingga 13,5 jam, bahkan lebih lama dari ponsel pada umumnya. Zenbook ini juga support fast charging, hanya dibutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi daya 60%. Baterai yang awet ini tentunya sangat berguna banget saat berlibur di daerah yang akses listriknya terbatas atau saat camping.

7. Dari brand ternama dan terpercaya
Saya pernah membeli gadget dari brand yang tidak begitu dikenal di Indonesia, waktu itu saya beli karena harganya sangat murah. Suatu hari, chargernya rusak dan saya mencari di toko-toko gadget di kota saya tidak ada yang jual. Akhirnya saya pre-order chargernya dari Tiongkok, yang 3 minggu kemudian baru sampai di Indonesia. Membeli gadget branded seperti ASUS ini membuat saya tenang jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada gadget saya. Di Bali saja ada 1 ASUS Repair Center, 6 ASUS Authorized Service Partner dan 2 ASUS Collecting Point.

Sumber: channel.asus.com

8. Sudah dapat Windows 10 dan support Alexa
Laptop ini sudah sepaket dengan Windows 10 asli/original/resmi/genuine jadi saya tidak perlu membeli lagi lisensi Windows. Memakai Windows yang resmi membuat laptop kamu lebih aman (secure), stabil, dan selalu mendapat pembaharuan terbaru.

Pernah dengar meme "Alexa, I'm sad please play Despacito..." terus kalian bertanya-tanya siapa sih Alexa? Alexa adalah asisten virtual berbasis cloud dari Amazon yang bisa disuruh-suruh untuk melakukan banyak hal, seperti memutar musik, mengirim pesan, membuat jadwal, memutar acara olahraga bahkan order makanan di gerai makanan tertentu. Saat liburan, setelah seharian capek jalan-jalan, kalau untuk sekadar melakukan task digital sederhana, saya bisa minta tolong Alexa.

Berikut saya rangkum kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ASUS Zenbook S UX391UA dalam sebuah infografik agar lebih enak dilihatnya.

Keunggulan ASUS Zenbook S UX391A
Sumber gambar laptop ASUS: channel.asus.com

Saya ingin cepat-cepat memiliki laptop ini untuk menemani saya dan anak saya bisa #LiburanASikDenganLaptopASUS dan melakukan hal-hal yang ada di bucketlist kami. Saya juga ingin menggunakannya untuk bekerja, mencari dana untuk membiayai liburan kami, hehe... Gimana, kalian juga tertarik untuk punya laptop ini, kan?


25 comments

  1. Mantapppp mama..... Walopun sibuk ngebesarin n ngrawat eyen tetep productive mantapppp

    ReplyDelete
  2. Ibu panutan! Tetep kreatif dan kerja sambil ngurus anak!

    ReplyDelete
  3. Keren kak, suka sama diksi dan deskripsinya yang uenak

    ReplyDelete
  4. mantap mbak, asus memang yang terbaik. Liburan sama keluarga sepertinya enak, 1 tahun lagi deh kalo suda ada ber3 hehehe
    oh iya salam kenal ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga :)
      Semoga disegerakan ya. Eh tapi saya sendiri belum tega ngajak anak saya waktu masih di bawah 2th buat liburan jauh-jauh, sih. Paling jauh cuma berani ke Jawa aja hehe...

      Delete
  5. Mantul buk.....
    Karena kerjaan kita sekarang butuh perangkat yang super bersahabat....

    ReplyDelete
  6. Keren sekali ASUS ...bisa pindah haluan niw buat anak kuliah yang sambil kerja butuh yang beginiii
    Terimakasih kak sangat membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi ringan & kuat. Enak buat dibawa mobile πŸ‘

      Delete
  7. waaa sebagus ini kah ternyata ASUS kak
    Makasih kak sangat membantu, bisa jd pilihan nihh

    ReplyDelete
  8. Mantul moms! Semoga selalu jd panutan untuk mommy yg lainπŸ’ƒ

    ReplyDelete
  9. Mantap ASUSnya, anti lemot
    bisa edit video vlog dengan lancar...
    sangat membantu kakπŸ‘

    ReplyDelete
  10. Keren sibuk ngerawat anak tp tetep productive, apalagi pake Asus yg anti lemot dan yg pasti batrei hemat

    ReplyDelete
  11. Waaaaaahh aku sebagai fans berat ASUS bangga, ASUS memang jossss menginspirasi banyak muda mudi untuk berkarya dan sangat membantu sekali ini
    Terus semangat mahmud lanjutkan

    ReplyDelete
  12. Sumpah ASUS Pas banget buat kalian yang pengen bawa laptop pas liburan, selain bentuknya yang ramping, enteng, mudah dibawa kemana mana ASUS juga nggak lemot sama sekali. Love ASUS ❤❤❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pakai asus buat tugas kuliah, dll
      Sangat membantu :)

      Delete
  13. Asus emang oke ya..tampilanya juga kece.
    Infonya sangat bermanfaat. Thx kak😊

    ReplyDelete
  14. ASUS emang tiada bandingannya dah sma yang lain... Recomended bgt dah utk segala macam kegiatan editing..Asssiaaappp pokoknya ASUS..thx info nya πŸ™

    ReplyDelete
  15. Wow ASUS keren banget membantu sekali

    ReplyDelete
  16. ibu yang menginspirasi πŸ‘πŸ‘
    Woww Asus emg keren πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  17. Biar kata kerja darimanapun klo ada asus yg bantu jadi lancaarrr...

    ReplyDelete
  18. Mantul lah, mbak pitha! Suka banget deskripsinya, sampai nggak berasa udah baca sampai habis aja.

    Wow, selama ini belum pernah pakai ASUS dan nggak tau kalau spesifikasinya ada yang seperti ini. Berhubung laptop sudah rusak dan perlu pakai laptop, ini masuk list yang bisa kupertimbangkan untuk dibeli hehehe. Thank you reviewnya, mbak! It helps a lot.

    Semoga bisa cepat punya laptop ASUS ini ya, mbak. Biar bisa travel light anti back pain hehehehe.

    ReplyDelete
  19. Tak kiro wes duwe dul, wkwkwk, btw kameramu buat motho di zoo apa kui mirrorlessnya? Mantul

    ReplyDelete