Skincare Rutin Untuk Pemula (Mengenal CTMP + Tips Membeli Skincare)

March 25, 2019


CTMP Pemula


Beberapa minggu yang lalu, saat kondisi kulit saya sedang bagus-bagusnya, saya upload swafoto di WhatsApp story dan beberapa teman saya langsung chat saya, kata mereka sih kulit saya terlihat sehat dan glowing 😛 Mereka pun bertanya tentang skincare rutin saya dan akhirnya menyarankan agar saya menuliskannya di blog ini.

Nah, ironisnya saat saya menulis artikel ini, kondisi kulit saya lagi enggak bagus, kasar, berminyak dan dehidrasi parah. Bahkan, kulit di sekitar laugh line saya mengelupas. Terima kasih buat hormones imbalance dan cuaca di Bali yang lagi nggak karuan. Jadi sekarang saya sedang rajin CSM-an setiap pagi (we'll talk about it later 😊). Ngomong-ngomong, kayanya hampir semua blogger wanita, at some point, pernah menulis tentang makeup dan skincare ya :) Menurut saya masih berkaitan dengan niche blog ini lah, kan termasuk kategori well-being.

Oh iya, berhubung ini adalah post pertama saya tentang skincare, saya ingin menulis tentang hal-hal mendasar terlebih dahulu, tentang bagaimana cara membuat skincare routine dari yang paling basic. Perlu saya tekankan, saya hanyalah seorang skincare enthusiast. Saya tidak pernah mendapatkan pelatihan secara medis dan profesional tentang perawatan kulit. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya, e-book Basic Skincare Guide yang ditulis oleh Michelle dari LabMuffin.com, berbagai utas di /r/SkincareAddiction dan /r/AsianBeauty serta video dan tulisan lain para skincare guru. Walaupun sumbernya nggak terlalu saintifik (kecuali e-book-nya Michelle, since she is a Chemistry PhD!) tetapi semoga tulisan ini tetap bisa membantu 😊

Jujur, saya mengenal 10-steps Korean skincare dari /r/AsianBeauty sejak Reddit belum diblokir di Indonesia. Karena saya terkagum-kagum dengan foto before-after yang ada di sana, saya jadi tertarik untuk mencobanya juga. Dari yang tadinya cuma double cleansing dengan Pond's dan moisturizing dengan Olay saja, saya mulai membeli berbagai macam first essence, toner, serum, ampoule, essence, masks (sheets dan wash-off) dan sunscreen. Lengkap, kecuali emulsion. Apakah muka saya langsung jadi kinclong dan glowing seperti mbak-mbak di Reddit? Tentu saja tidak. More steps aren't necessarily better. Bahkan, menurut saya, ada 3 hal yang lebih penting daripada sekadar jumlah step skincare, yaitu mengenal kulit, kesabaran dan konsistensi.

Mengenal jenis dan kondisi kulit


Pertama-tama kenali kulit kamu. Apakah jenisnya normal, kering, berminyak atau kombinasi; apakah kondisinya dehidrasi atau acne prone; apakah cenderung sensitif, gampang pigmentasi dan aging.  Sering kali saya mendengar orang yang salah kaprah mengatakan jenis kulitnya berminyak, padahal kondisi kulitnya dehidrasi. Nah, kalau kamu bingung bagaimana caranya, silakan simak video di bawah ini, ya...



Karena kulit wajah itu menempel di muka 24/7, sebagai pemiliknya, seharusnya kita juga hafal dengan 'tabiat' kulit kita. Misalnya, kalau saya nih, ketika saya sedang haid, biasanya jerawat hormonal muncul di pipi dan di sekitar jawline, kulit menjadi kasar, berminyak dan dehidrasi. Ketika sedang melakukan diet ketogenik, pasti bakal muncul rash. Lain halnya jika saya makan kacang tanah. Walaupun orang-orang zaman dahulu sering mengatakan "Anak perempuan jangan kebanyakan makan kacang, lho, nanti jerawatan," tetapi di kulit saya enggak ada pengaruh apa-apa. Saya makan kacang setengah kilo pun enggak bakalan jerawatan. Paling hanya gendut doang. 

Bagaimana dengan kamu? Apakan siklus haid, makanan, cuaca atau kandungan make-up dan skincare lamamu kamu mempengaruhi kondisi kulitmu? Yuk, observasi! Kalau perlu, kamu bisa catat hal-hal yang mempengaruhi kondisi kulitmu di bullet journal-mu.

Mulai dari sini, ya!


Panduan di bawah ini hanya akan membahas tentang basic steps saja ya. Penggunakan zat aktif (retinol, vitamin C, arbutin, dll), first essence, emulsion, serum, essence, ampoule dan sejenisnya tidak akan saya bahas kali ini. 

Beberapa skincare guru mengatakan bahwa ada 4 langkah dalam basic skincare routine, yaitu cleansing, toning, moisturizing dan protecting atau biasanya disingkat dengan CTMP. Ada juga yang mengatakan cukup CMP saja. Saya sendiri lebih memilih CTMP karena toning membuat kulit saya selalu terhidrasi dengan baik dan lebih glowy.

CTMP pemula
Kiri ke kanan: first cleanser, second cleanser, hydrating toner, moisturizer & sunscreen 

1. Cleansing

Membersihkan wajah adalah step yang paling penting dalam skincare. Setelah kulit wajah terkena sunscreen, make-up, polusi, kotoran, layar ponsel—yang sebenarnya mengandung lebih banyak kuman dari pada toilet seat, your skin deserves proper cleansing. Apalagi untuk yang sering memakai pore-filling primer, kalau enggak dibersihkan dengan benar, bisa menyumbat pori-pori kulit, bikin jerawatan dan lama-kelamaan akan membuat pori-pori menjadi lebih besar. Cleansing juga merupakan langkah awal untuk mempersiapkan kulit wajah ke tahap skincare selanjutnya.

a. First Cleansing atau OCM (Oil Cleansing Method)
Langkah pertama cleansing adalah membersihkan wajah dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak, tidak masalah jika berupa cleansing oil, cleansing balm atau cleansing milk. Mengapa harus berbahan dasar minyak? Karena sesuai teori dasar kelarutan yang kita pelajadi di mata pelajaran Kimia dulu: like dissolves like. Cara terbaik untuk melarutkan senyawa non-polar seperti sebum/minyak wajah adalah dengan menggunakan senyawa non-polar lain yang memiliki komposisi yang mirip, yaitu dengan minyak lainnya. Bagi yang memiliki kulit berminyak, jangan khawatir, step ini tidak akan membuat kulit kamu menjadi lebih berminyak lagi kok.
Like dissolves like. Oil dissolve oils.
Favorit saya:
Save - Botanica Treatment Raspberry Cleansing Oil 70ml (Rp 160.000) bisa untuk 6 bulan lebih
Splurge - Sulwhasoo Gentle Cleansing Oil EX 100ml (Rp 470.000)


b. Second Cleansing

Langkah kedua cleansing adalah menggunakan facial wash/foam atau sabun cuci muka. Step ini merupakan step yang paling merusak kulit tetapi tetap diperlukan untuk mengangkat sisa-sisa minyak di step sebelumnya. Saran saya, selalu gunakan facial wash yang gentle. Ciri-cirinya adalah setelah mencuci muka, kulit akan terasa lembut dan lembab. Sebaliknya, facial wash yang harsh akan membuat kulit menjadi kesat, kencang bahkan tertarik-tarik. Selain itu, pilihlah sabun cuci muka yang memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit—sekitar 5.

Favorit saya:
Save - Wardah Lightening Gentle Wash 60ml (Rp 19.200)
Splurge - belum ada

Cleansing dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Hanya saja, tiap skincare guru yang saya ikuti memiliki metode yang berbeda. Ada yang double cleansing setiap pagi dan malam hari, ada yang setiap pagi hanya memakai facial wash kemudian double cleansing di malam hari, ada juga yang hanya membersihkan wajah dengan air di pagi hari dan double cleansing di malam hari. Saya pribadi mengikuti metode ketiga.

2. Toning atau Hydrating

Ada 2 jenis toning, yaitu exfoliating dan hydrating. Berhubung exfoliating itu opsional dan bukan merupakan salah satu step skincare dasar, jadi saya bahas lain kali ya... 😊

Toning/hydrating dilakukan setelah mencuci muka saat kulit masih lembap, agak damp dan belum benar-benar kering. Untuk kulit kering atau dehidrasi, step ini bisa dilakukan sampai beberapa layer—pakai hydrating toner, tunggu hingga terserap, pakai hydrating toner lagi, tunggu lagi, ulangi beberapa kali. 

Sesuai namanya, hydrating bertujuan untuk menghidrasi atau memberi asupan air sehingga kulit memiliki kadar air yang cukup. Step ini wajib banget bagi yang kulitnya gampang dehidrasi (seperti saya). Step ini juga berfungsi untuk menyeimbangkan pH kulit serta mengembalikan kelembapan yang hilang saat mencuci muka.

Favorit saya:
Save - Naturie Hatomugi Skin Conditioner 500ml (Rp 87.000) amat sangat worth-the-money
Splurge - belum ada

3. Moisturizing

Jika hydrating adalah memberi asupan air untuk kulit, moisturizing berfungsi untuk menahan kadar air di kulit sehingga kulit tetap lembap. Step ini dilakukan saat kondisi kulit wajah masih agak lembap oleh hyrating toner di pagi dan malam hari. Oh iya, wajib dilakukan untuk semua jenis kulit ya.

Tidak jarang saya mendengar kalimat ini dari teman saya, 
"Tapi Pit, kulitku kan udah berminyak. Nanti kalau pakai pelembab lagi jadi lebih berminyak dong..."

Justru sebaliknya, jika menghindari penggunaan pelembap, kulit wajah akan lebih mudah mengalami dehidrasi. Untuk mengkompensasikannya, kulit akan memproduksi lebih banyak minyak. Lagipula, sekarang ini, pelembap sudah hadir dalam berbagai macam tekstur, ada krim yang 'cair' dan runny serta gel-cream untuk kulit berminyak; ada yang thick, rich dan creamy yang biasanya ditujukan untuk kulit kering.

Favorit saya:
Save - The Ordinary Natural Moisturizing Factors + HA 30ml (Rp 120.000), 100ml (Rp 165.000)
Splurge - The History of Whoo Bichup Ja Yoon Cream full size 60ml (Rp 2.600.000), sample size 8ml (Rp 80.000)

4. Protecting

Yang dimaksud dengan protecting di sini adalah melindungi kulit dari sinar UV-A dan UV-B, terutama yang bersumber dari matahari, dengan menggunakan sunscreen. Apa sih pengaruh sinar UV-A dan UV-B terhadap kulit? Rule of thumb-nya adalah UV-A menyebabkan aging (penuaan), sedangkang UB-B menyebabkan sun burns (kulit 'terbakar' atau 'gosong'). Bahkan, salah satu seorang skincare guru mengatakan bahwa skincare terbaik untuk mencegah penuaan bukanlah serum ataupun ampoule mahal, melainkan sunscreen. Level proteksi terhadap sinar UV-B diukur dengan SPF sedangkan level proteksi terhadap sinar UV-A diukur dengan PA, star rating system, PPD, broad spectrum dan UVAPF.
UV-A causes Aging
UV-B causes Burning
Sunscreen wajib dipakai setiap pagi hari dan diulangi pemakaiannya setiap 2 atau 3 jam sekali. Bagi yang menggunakan produk-produk yang menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, seperti acid (AHA, BHA, PHA, dll), retinol, benzoil peroxyde, dll, sunscreen sama sekali enggak boleh di-skip. Dosis pemakaian sunscreen adalah 2mg/cm² atau sekitar 2 jari untuk wajah dan leher. Cara memakainya boleh diaplikasikan di kulit wajah dan leher secara langsung ataupun di-layer. Tunggu hingga sunscreen benar-benar kering sebelum keluar rumah atau memakai makeup.

dosis sunscreen
Kira-kira sebanyak ini

"Pelembab/primer/foundation/cushion aku sudah ada SPF-nya, jadi aku boleh nggak pakai sunscreen nggak Pit?"
Boleh banget, asalkan dosisnya disamakan dengan dosis pemakaian sunscreen, otherwise you won't get the labeled SPF!

Favorit saya:
Save - Biore UV Rich Aqua Gel SPF 50+/PA++++ 90ml (¥ 1150 atau sekitar Rp 150.000)
Splurge - Hera Sun Mate Leports Pro Waterproof SPF 50+/PA++++ 70ml (Rp 390.000)


Tips membeli skincare

Setelah mengetahui tentang basic skincare routine, sekarang saya akan memberikan tips tentang bagaimana memilih skincare.

1. Berani mencoba

"Pit, skincare apa yang paling bagus?" Jawabannya adalah tidak ada. 
Sering sekali saya mendapat pertanyaan seperti di atas. Well, sorry to say, reaksi setiap orang ke sebuah produk yang sama akan berbeda-beda. Produk, bahkan yang premium sekalipun, yang di-rave dan dijadikan holy grail oleh banyak orang pun belum tentu hasilnya bagus di kita (looking at both of you, Laneige Water Sleeping Mask & Sulwhasoo First Care Activating Serum!).

Produk yang paling bagus adalah yang sudah dicoba dan cocok untuk kulit. Produk-produk yang saya tulis di atas pun demikian. Apakah produk-produk tersebut bagus untuk saya? Iya, karena sudah saya coba dan cocok untuk kulit saya. Apakah mereka bagus untuk kamu? Belum tentu.

2. Sesuaikan dengan budget
Carilah produk yang affordable buat kamu. Memaksakan membeli produk yang harganya hingga 30% atau bahkan 50% (!!!) dari penghasilan kamu bukanlah hal yang bijak. It's also not good in the long run. Apalagi jika harus sampai berhutang. 

beli skincare
Jangan sampai habis gesek langsung nyesel

3. Beli produk ukuran kecil terlebih dahulu

Ini berkaitan dengan 2 poin di atas. Saat ingin mencoba skincare baru, belilah sample size atau share in jar/bottle, karena skincare baru tersebut belum tentu cocok untuk kulit. Selain itu, membeli sample size saat mencoba skincare baru juga akan menghemat pengeluaran.

4. Kenalkan secara perlahan

Selalu lakukan patch test, terutama bagi pemilik kulit sensitif dan mudah alergi (seperti saya 😭). Jika ada beberapa produk baru yang akan dicoba, selalu gunakan satu demi satu dengan jarak paling tidak 3-7 hari. Hal ini bertujuan agar jika terjadi breakout atau reaksi buruk lainnya, kita bisa tahu dengan mudah produk mana yang menjadi penyebabnya.

5. Jangan tergiur harga yang terlalu murah

Seperti kata pepatah, "If it sounds too good to be true, it probably is." Jangan mudah tergiur dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran, karena bisa saja produk tersebut palsu. Belilah skincare dari penjual terpercaya dan mempunyai track record yang bagus.

Nah, demikianlah artikel singkat tentang cara membangun skincare rutin dan sedikit tips tentang membeli skincare. Gimana, sudah mulai mengincar skincare apa yang ingin dibeli? Yuk, tulis di kolom komentar skincare yang ada di wishlist kamu! Kalau saya La Roche Posay  Anthelios XL dan Kikumasamune Sake High Moisture Skin Lotion Toner.


6 comments

  1. Replies
    1. Sama-sama :) Makasih sudah mampir, salam kenal ya Mba Tira :)

      Delete
  2. Waah terima kasih banyak mbak atas informasinya! Aku juga skincare beginner, masih butuh belajar banyak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ☺️
      Banyak guru banyak metode Mbak, ikutin aja mana yang paling sreg di kulit dan di kantong, hehe

      Delete

new