Bermain Berjualan Es Krim Sambil Mengenal Angka dan Warna (BONUS: Free Printable Kit)

April 14, 2020 Canggu, North Kuta, Badung Regency, Bali, Indonesia

gratis mainan anak 3 tahun

Hai, apa kabar? Buat teman-teman yang #dirumahaja atau yang, mau tak mau, tetap keluar rumah karena tuntutan pekerjaan, semoga selalu sehat ya! Semoga semesta melindungi kita semua.

Sejak pertengahan Januari, sekolah Arien, anak saya, sudah sering mengirim newsletter tentang perkembangan kasus COVID-19 — mengingat sebagian besar siswa di sana adalah WNA dan sebagian orang tua mereka sering melakukan perjalanan keluar negeri, entah untuk 'memperpanjang' visa, melakukan perjalanan bisnis, dll. Oleh karena itu, sebelum learning at home dilakukan secara nasional, sekolah-sekolah internasional di sini sudah mendiskusikannya terlebih dahulu. Banyak kegiatan harus dibatalkan, misalnya Swimming Carnival yang sudah dinanti-nantikan oleh Arien.

Sekarang sudah sebulan lebih kami sekeluarga berdiam diri di rumah. Arien sudah mulai bosan, sudah mulai merengek-rengek ingin ke Park Life, sudah ingin sekolah lagi agar bisa bertemu dengan teman-temannya dan tentu saja sudah kepingin jajan di Indomaret, hahaha 😂

Nah, kemarin, saat membongkar paket berisi learning materials dari sekolahnya, saya dan Arien menemukan beberapa stik es krim. "Mama, kita main ini, yuk!" ajaknya. Tadinya kami mau membuat keranjang telur Paskah mini. Tetapi akhirnya nggak jadi karena jumlah stiknya tidak terlalu banyak. "Mau main jual-jualan es krim aja?" tanya saya. I mean, those are ice cream sticks anyway...

Membuat es krim mainan


Saya mulai membuka stok-stok vektor yang pernah saya beli. Saya memilih gambar es krim yang terlihat paling real agar terlihat lebih menarik. Saya mengedit gambar-gambar tersebut, menghilangkan stik dan cone-nya, mengubah ukurannya lalu menata ulang gambar es krimnya agar semuanya muat di kertas ukuran A4. Link untuk mengunduh gambarnya ada di akhir artikel ini ya 😊

Alat dan bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah:
  1. File gambar
  2. Kertas berukuran A4, kalau bisa yang tebal. Saya menggunakan kertas dari sketch book Artemedia
  3. Stik es krim, untuk membuat es krim popsicle
  4. Kardus bekas, untuk membuat cone
  5. Gunting
  6. Lem
  7. Printer
  8. Tempat makanan atau wadah lainnya
  9. Uang mainan, tetapi karena saya nggak punya, saya pakai uang logam 😁
ide bermain anak 3 tahun
Kardusnya segini aja cukup

Memotong dan menempel

Pertama-tama cetak gambar es krimnya. Lalu gunting mengikuti bentuk masing-masing gambar es krim. Karena Arien belum jago menggunting, terutama saat mengikuti garis lengkung, dia meminta bantuan saya.

Untuk membuat popsicle potong stik es krim menjadi dua bagian, kemudian saya memintanya untuk menempelkan potongan gambar ke stik es krimnya sendiri. Untuk membuat es krim cone, kelupas lapisan luar kardus, lalu potong menjadi bentuk segitiga sama kaki. Kemudian tempelkan dengan gambar es krimnya.



Di sini, anak sekalian belajar pasting untuk melatih motor skill. Fokuskan pada prosesnya, jangan pada hasilnya. Nggak apa-apa berantakan atau lengket-lengket sedikit, namanya juga belajar. Tidak lupa saya berikan pujian terhadap usaha dan 'kerja keras'-nya dan ucapan terima kasih karena telah menyelesaikannya.



Selanjutnya, taruh semua es krim yang sudah jadi ke dalam kontainer makanan. Pura-puranya, tempat makanan tersebut adalah freezer 😊

Mulai bermain

Setelah semuanya sudah siap, saatnya untuk bermain. Waktu itu, saya yang jadi penjual dan Arien yang jadi pembeli. Saya memberikan beberapa uang logam dengan berbagai nominal kepada Arien. Sambil bermain, saya melontarkan beberapa pertanyaan misalnya,
"Es krim ini warnanya merah dan hijau. Kira-kira terbuat dari buah apa ya?"
"Selain buah tersebut, buah apa saja yang warnanya merah?"
"Es krim ini harganya lima ratus rupiah. Jadi, kamu harus bayar dengan uang yang mana, nih?"
Tentu saja nanti teman-teman bisa menambahkan pertanyaan lain. Sebagai pendamping, semakin kita banyak bertanya, terutama open-ended questions, semakin kita memancing kreativitas dan imajinasi anak-anak kita. (Open-ended questions, praktek dan manfaatnya akan saya bahas di lain waktu ya!)

Saat saya bertanya, "Biasanya di mana orang berjualan es krim siang-siang gini?" Arien menjawab, "Pantai, Ma. Ya udah yuk, Mama ke sini. Kan di sini pantainya," katanya sambil berpindah ke sudut kamar di dekat rak bukunya. Makin lama, seiring dengan pertanyaan saya dan imajinasi dia, rasa-rasanya alur cerita semakin nggak jelas, hahaha... Tetapi di situlah asiknya menemani anak bermain, ya kan?




Oh iya, karena aktivitas ini menggunakan uang (beneran) saya bisa sekalian mengenalkan angka dan konsep jual beli kepada Arien. Dari yang pada awalnya Arien menyebut angka 100 sebagai 'one zero zero', dia jadi tahu kalau angka tersebut disebut 'one hundred'.

Demikian sedikit cerita aktivitas bermain Arien di rumah di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini. Nah, bagi teman-teman yang tertarik melakukan aktivitas ini bersama si buah hati, silakan download file gambarnya dengan meng-klik banner di bawah ini, semoga suka ya... Selamat bermain! 😊







Post a Comment